Sabtu, 31 Desember 2016

Resep Masakan Tante Ina (Urap, Ayam Kuning Sisit, Dadar Jagung)



Hai mom, di akhir tahun ini tante Ina akan bagi-bagi resep masakan yang nendaaang banget. Pagi-pagi pak bos sudah request 3 masakan kesukaannya, yaitu urap, perkedel jagung dan ayam suwir. Ini nih penampakannya. Tante Ina tumben upload masakan, biasanya sudah laper duluan jadinya nggak sempat foto-foto hihihihi. Kali ini special karena isi piringnya warna-warni dari sayur, nasinya, dan lauknya.

Kita mulai dari resep sayur urapnya ya,. Untuk sayurnya tante Ina pakai kangkung, toge/kecambah, dan wortel. Sebenarnya kalau mommy mau juga bisa ditambah bayam atau kemangi juga bisa, tapi kemangi tidak perlu direbus. Untuk ayam suwir, ini baru coba-coba buatnya eh alhamdulillah enak.

Resep Urap (Untuk Porsi Besar):
Bahan :

  • Kelapa parut dari 1 butir kelapa 
  • Sayur yang direbus (optional)
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Daun jeruk 6 lembar
Bumbu Halus :

  • 9 buah bawang merah
  • 6 buah bawang putih
  • 7 buah cabe merah 
  • 2 buah kencur ukuran 4 cm
  • Garam secukupnya
Cara Memasak :
  1. Rebus sayur yang akan digunakan, sebaiknya sebentar saja karena jika terlalu lama akan mengurangi kadar vitamin. Setelah direbus, tiriskan sayuran.
  2. Haluskan bumbu halus, kemudian siapkan penggorengan untuk menumis.
  3. Tumis bumbu hingga harum lalu masukkan daun jeruk
  4. Sedikit demi sedikit masukkan kelapa parut dan aduk hingga rata.
  5. Gunakan api kecil dan tunggu hingga cukup kering, sehingga bumbu urap lebih awet.
Resep Ayam Suwir Bumbu Kuning
Bahan :
  • Dada ayam 1/2 kg
  • 3 buah sereh
  • 4 lembar daun jeruk
  • Minyak untuk menumis
  • Garam secukupnya
Bumbu halus :
  • 5 buah bawang merah
  • 5 buah cabe rawit (optional, bisa ditambahkan jika ingin lebih pedas)
  • 3 cm kunyit/kunir
Cara Memasak :
  1. Rebus dada ayam selama 20 menit. Angkat dan tiriskan. Jika sudah dingin, suwir-suwir ayam.
  2. Haluskan bumbu halus.
  3. Panaskan minyak, jika sudah masukkan bumbu halus,daun jeruk dan sereh yang telah digeprek. Tumis hingga harum
  4. Masukkan ayam suwir dan aduk rata, tambahkan garam secukupnya
  5. Masak hingga ayam cukup kering. 

Resep Perkedel Jagung
Bahan:

  • 4 sdm tepung terigu
  • Jagung manis
  • Minyak untuk menggoreng
  • 2 buah bawang putih
  • Garam secukupnya
  • Daun bawang
Cara Memasak :

  1. Bawang putih dihaluskan, dicampur dengan jagung yang juga ditumbuk kasar
  2. tambahkan daun bawang, garam, tepung terigu. Aduk hingga adonan mengental
  3. Panaskan minyak dan goreng hingga kecoklatan.


Voilaaa, itu masakan tante Ina hari ini. Semoga resep yang tante Ina share berguna ya mom ;)

Jumat, 30 Desember 2016

Belajar menjadi ibu Profesional

Hai mom, selain bahas tentang si kecil, tante Ina sekarang juga akan bahas supaya mommy bisa menjadi profesional. Apa arti profesional? Profesional artinya berkaitan dengan profesi, dan juga memerlukan kepandaian untuk melakukan sesuatu. "Ah kenapa perlu profesional sih, jadi yang biasa-biasa aja kenapa". Mom, masa iya mau jadi mommy biasa dari si kecil yang luar biasa, gimana si kecil mau jadi luar biasa kalau mommynya biasa-biasa aja. "Saya sudah profesional, sudah lama jadi ibu, sudah makan asam garam". Profesionalitas tidak bisa diukur melalui kuantitas berapa lama seseorang melakukan profesi itu mom, kualitas dari profesi itu yang bisa mengukur seseorang itu profesional atau tidak.

Tante Ina mau cerita ya mom, 3 bulan yang lalu tante ina ikut matrikulasi di institut ibu profesional (IIP). Mommy sudah paham kan, jika anak yang cerdas dilahirkan dari ibu yang cerdas (Artikelnya bisa dibaca di Kecerdasan-Anak-Diturunkan-Dari-Ibu). So tante Ina memutuskan untuk ikut belajar di institut yang di dalamnya selain ada materi, diskusi, dan juga ada penugasan. Niat tante Ina lainnya silaturahmi, karena di IIP ini ada kegiatan-kegiatan yang mengakrabkan kami terutama bagi tante Ina yang belum ada teman di Tangerang. Oiya, kelasnya via wa dan tergantung kita tinggal di kota apa. Kabar baiknya lagi, ilmu di IIP ini nggak terbatas dan bisa dibagikan untuk mommy-mommy yang lain. Kali ini tante Ina share materi matrikulasi IIP yang juga bisa diakses via youtube ya. Selamat belajar menjadi ibu profesional smart mom :)

Sesi #1
Sesi #2
Sesi #3
Sesi #4
Sesi #5
Sesi #6
Sesi #7
Sesi #8
Sesi #9
Sesi #10


Sumber :
http://kbbi.web.id/profesional
http://www.motherandbaby.co.id/article/2016/9/5/6609/Kecerdasan-Anak-Diturunkan-Dari-Ibu

Selamat Datang Kembali di Catatan Digital Tante Ina

Hai Mom, Tante Ina balik lagi setelah setahun menghilang. Kemana aja sih tante Ina? Tante Ina sejak terakhir ngepost, pindah ke Yogyakarta untuk cari ilmu buat dibagi ke Mom-mom semua. Sampai nggak sempat nulis gitu? Hehehe..maaf ya, tante Ina nulisnya nulis tugas, nulis tesis, nulis pendaftaran pernikahan...hihihih

So, selama setahun ini, tante Ina banyak mengalami kejadian-kejadian seru, menegangkan, menyenangkan, dan ada sedihnya juga. Insyaallah, setelah ini tante Ina bakal cerita satu per satu ke mom-mom semua. Penting? Hahaha ya siapa tahu bisa jadi pelajaran buat mom-mom semua atau bisa jadi hiburan baca cerita tante Ina. Gimana bagi ilmunya tentang si kecil? Insyaallah lanjut, doakan istiqomah ya mom, Semoga ilmu tante Ina bisa bermanfaat untuk semua mommy.
Saking semangatnya, ide-ide tante Ina numpuk loncat-loncat jadi satu. Semua pengen ditulis bersamaan hihihihi. Ditunggu ya mom, tulisan selanjutnya., yang jelas tante Ina excited banget pengen cerita, pengen bagi ilmu, pengen diskusi sama mommy-mommy kece yang smart. So, Selamat Datang Kembali di Catatan Digital Tante Ina :)

Jumat, 07 Agustus 2015

Mencegah si Kecil Terkena Infeksi Saluran Kemih

Mom, infeksi saluran kemih atau ISK tidak hanya bisa ditemukan pada orang dewasa, bahkan si kecil pun mempunyai risiko untuk terkena ISK. ISK dapat terjadi akibat bakteri atau virus atau jamur yang berada pada saluran kencing si kecil, namun bakteri merupakan penyebab umum terjadinya ISK. Normalnya, bakteri dalam urin akan keluar pada saat buang air kecil, tetapi terkadang bakteri dapat tertahan di saluran kecing dan menimbulkan infeksi.

Mom, si kecil yang baru lahir baik laki-laki maupun perempuan mempunyai risiko yang sama besarnya untuk terkena ISK. Namun bila sudah besar, anak perempuan memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan laki-laki karena saluran kencing anak perempuan lebih pendek. Selain itu letak  saluran kencing, vagina, dan dubur pada perempuan berdekatan, sehingga memudahkan bakteri masuk ke saluran kencing. 

Mom,apakah si kecil selalu menangis atau mengeluh sakit pada saat buang air kecil? Bisa jadi si kecil sedang terkena infeksi saluran kencing. Sebenarnya gejala ISK pada anak tergantung pada usia. Saat usia sudah cukup besar, si kecil dapat mengeluh saat buang air kecil, Jika sudah agak parah, air seni akan berwarna keruh atau bahkan berwarna pink karena terdapat bercak darah. Selain itu, akan lebih sering mau buang air kecil terutama pada malam hari, munculnya rasa sakit pada punggung bagian bawah, serta urin cenderung lebih bau. 
Jika si kecil masih bayi atau berusia 1-2 tahun, gejala yang ditemukan masih belum jelas karena mereka belum mengerti apa yang mereka rasakan. Namun, ini gejala umum yang perlu diwaspadai pada si kecil :
  • Demam tidak disertai flu atau penyakit lainnya
  • Nafsu makan menurun
  • Muntah
  • Urin berbau tak seperti biasa
  • Lebih rewel dari biasanya.
Ini tips untuk mencegah si kecil terkena ISK :
  • Memberikan Asi : Pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi risiko ISK bahkan hingga usia 2 tahun.
  • Membiasakan untuk membersihkan organ vital dari arah depan ke belakang  : Hal ini membantu mencegah bakteri masuk ke dalam saluran kencing
  •  Membiasakan anak untuk buang air kecil secara teratur : Pada anak dengan usia yang lebih besar, kita dapat memastikan si kecil untuk buang air kecil secara teratur dengan cara mengawasi asupan air putih yang dikonsumsi. Sebaiknya pastikan anak buang air kecil minimal empat jam sekali, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur.
  • Memilih Celana Dalam yang Tepat : Sebaiknya hindari penggunaan celana dalam yang ketat terutama pada anak perempuan. Pemilihan bahan juga sebaiknya diperhatikan, hindari bahan nilon dan sintetik lainnya karena dapat mendorong pertumbuhan bakteri.
Be a smart mom y :) 

Senin, 27 Juli 2015

Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok

Mommy, istilah ruam popok sudah bukan hal yang asing terdengar ya mom. Namun, kebutuhan si kecil untuk menggunakan popok kadang-kadang tidak bisa dihindari sehingga si kecil berisiko ruam popok. Kali ini, tante Ina bahas ruam popok ya. Disebut ruam popok dikarenakan timbulnya peradangan akibat penggunaan popok karena reaksi kulit terhadap urin dan tinja. Sehingga lokasi yang timbul ruam biasanya daerah pantat, lipatan paha, dan alat kelamin. Gejala yang dapat dialami oleh si kecil seperti kulit kemerahan, gatal, dan dapat timbul lecet. Ruam ini umumnya tidak berbahaya, namun si kecil merasa tidak nyaman sehingga biasanya rewel.

Beberapa faktor penyebab yang menimbulkan ruam popok yaitu :
1.Kontak dengan urin dan tinja yang terlalu lama. Penggantian popok yang terlalu lama dapat menimbulkan iritasi.
2.Gesekan dan lecet akibat penggunaan popok yang terlalu lama
3.Iritasi karena penggunaan produk bayi yang baru 
4.Infeksi bakteri atau jamur 
5.Pengaruh Jenis Makanan Baru. Perpindahan konsumsi ASI ke makanan padat juga akan mengubah struktur tinja si kecil, termasuk makanan yang dikonsumsi ibu.

Tidak perlu khawatir berlebihan jika si kecil mengalami ruam popok, karena mommy bisa mengatasi ruam popok di rumah. Kuncinya adalah menjaga agar kulit bayi tetap kering dan bersih. Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah untuk mengatasi dan mencegah ruam popok antara lain :
•Segera ganti popok yang kotor dan lakukan sesering mungkin kemudian bersihkan secara seksama bagian tubuh si kecil yang tertutup popok
•Jangan gunakan sabun atau tisu yang mengandung alkohol dan pewangi untuk membersihkan kulit bayi karena mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit.
•Setelah dibasuh, seka kulit bayi hingga benar-benar kering sebelum menggunakan popok atau celana.
•Sebaiknya si kecil tidak selalu menggunakan popok. Biarkan kulit si kecil “bernapas” sehingga risiko ruam popok dapat berkurang.
•Hindari penggunaan bedak karena bedak dapat mengiritasi kulit.
•Sesuaikan ukuran popok si kecil, jangan menggunakan yang terlalu ketat. Apabila si kecil mengalami ruam popok, pilihlah ukuran popok satu kali lebih besar dari ukuran si kecil.
•Oleskan krim atau salep pencegah ruam popok tiap mengganti popok. Obat oles ini umumnya memiliki bahan dasar zinc oxide yang berguna mengatasi ruam popok.
•Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok.

 Ayo sehatkan si kecil, be a smart mom 

Jumat, 24 Juli 2015

Alasan MPASI Sebaiknya Diberikan Setelah 6 Bulan

Beberapa waktu lalu di akun facebook tante Ina, Tante Ina sempat membagikan postingan cerita ibu yang anaknya mengalami gangguan pencernaan hingga harus dioperasi akibat terlalu dini memberikan MPASI. Si kecil sudah mulai diberikan bubur instan sejak usia 4 bulan dan akibatnya di usia 6 bulan. Tante Ina akan bahas alasan kenapa MPASI sebaiknya diberikan setelah 6 bulan. 

1.     Memberikan perlindungan ekstra dari penyakit 
Pada usia <6 bulan, daya tahan tubuh bayi belum sempurna. ASI yang diberikan secara eksklusif selama 6 bulan ini berguna untuk meningkatkan daya imun anak. Namun apabila <6 bulan sudah diberikan MPASI justru memberikan jalan masuk kuman ke dalam tubuh bayi. Terutama apabila peralatan yang digunakan tidak higienis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberikan MPASI <6 bulan lebih mudah terserang diare, batuk,pilek, demam dibandingkan dengan yang diberikan ASI eksklusif.
2.     Sistem Pencernaan Relatif Lebih Sempurna
·        Bayi <6 bulan sistem pencernaannya belum sempurna sehingga apabila diberikan selain ASI maka organnya akan bekerja lebih keras untuk mencerna MPASI yang diberikan. Oleh sebab itu, mudah timbul gangguan pencernaan seperti kembung dan konstipasi.
·        Selain itu, sel-sel di sekitar usus pada bayi <6 bulan belum siap untuk menerima zat makanan yang dikonsumsi sehingga dapat timbul reaksi imun dan mengakibatkan alergi pada makanan yang dikonsumsi. Selain itu lapisan usus bayi usia 4-6 bulan umumnya belum tertutup sempurna sehingga memudahkan protein-protein makanan yang dikonsumsi lebih mudah menyebabkan alergi. Kondisi itu juga memudahkan bakteri patogen masuk ke dalam aliran darah sehingga menimbulkan penyakit. Umumnya produksi antibodi dan lapisan usus bayi akan menutup sempurna sekitar usia 6 bulan.
·        Beberapa enzim pemecah protein seperti pepsin, lipase, dan amilase, serta asam lambung  juga baru akan diproduksi sempurna ketika usia 6 bulan. Oleh karena itu, pemecahan sari-sari makanan dalam tubuh bayi <6 bulan belum sempurna sehingga berpeluang mengalami obesitas.

Semangat untuk para mommy yang akan atau sedang memberikan MPASI untuk si kecil. Be a smart mom J




Rabu, 01 Juli 2015

Tips Mengajak Anak Naik Pesawat Terbang

Karena sudah mendekati mudik alias pulang kampung, tante Ina akan memberikan tips-tips dan hal yang berguna untuk mommy bepergian bersama si kecil dengan menggunakan pesawat terbang. Kebetulan tahun ini, ponakan tante Ina si Zaky, Hanna, dan adik Killa mau seru-seruan naik pesawat terbang. Kan kasian mereka kecapekan di jalan jadi sekalian deh tante Ina buat tips untuk ummi dan bunda.
  1. Disarankan memilih waktu penerbangan yang nyaman untuk si kecil. Sebaiknya untuk memilih jam tidur untuk anak sehingga pada saat di pesawat, si kecil tertidur pulas dan menjadi kenyamanan tersendiri untuk mommy.
  2. Pilihlah tempat duduk yang tepat. Suara bising pesawat lebih terdengar di bagian kabin bagian belakang. Selain itu, sebaiknya mommy memilih kursi yang dekat dengan lorong sehingga lebih leluasa saat akan ke toilet atau berjalan-jalan di lorong mengusir rasa bosan si kecil.
  3. Jaga Kesehatan. Untuk bayi sebaiknya ditunggu hingga usia 3 bulan karena pada usia ini fisiologi pertumbuhan dan perkembangan bayi cukup maksimal terutama untuk perubahan suhu dan berbagai perubahan lainnya. Untuk anak yang sedang mengalami flu, sebaiknya keberangkaan ditunda lebih dahulu. Saluran pembuluh Eustachii penghubung ruang telinga dan tenggorokan pada balita, belum sempurna buka tutupnya, sehingga perubahan tekanan udara di dalam pesawat bisa saja memunculkan keluhan tidak enak di telinga. Telinga si kecil akan merasa nyeri, penuh dan mungkin saja dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga.Oleh karenanya, untuk mencegahnya sebaiknya si kecil diberikan vitamin dan makanan bergizi beberapa hari sebelum keberangkatan sehingga daya tahan tubuhnya meningkat.
  4. Datang Lebih Awal Untuk Check In. Hal ini untuk mencegah anda terburu-buru masuk ke pesawat dan membiarkan si kecil bermain-main di ruang tunggu. Semakin banyak aktivitas si kecil sebelum terbang, semakin dianjurkan sehingga pada saat di pesawat si kecil dapat tertidur pulas.
  5. Gunakan Tas yang Ringkas dan Jangan Lupa Perlengkapan Wajib. Sebaiknya memilih tas ransel sehingga lebih ringkas dan perhatikan berat barang bawaan yang mommy bawa karena mommy harus menggendong si kecil. Perlengkapan wajib ini ditujukan untuk mempersiapkan diri dari pesawat yang terlambat seperti baju ganti, popok, tisu basah, susu dan makanan.
  6. Berikan Camilan dan Minuman. Berikan makanan pada saat pesawat tinggal landas dan mendarat karena akan terjadi perubahan tekanan udara yang menyebabkan telinga sakit. Berikan hingga pesawat berada pada ketinggian yang stabil. Aktivitas menelan ini berguna untuk menyeimbangkan tekanan dalam telinga. Pada bayi susui atau berikan empeng untuk dihisap. Kondisi perut yang kenyang juga mencegah si kecil rewel. 
  7. Kenakan Baju Hangat, Topi, dan Kaos Kaki. Suhu kabin cenderung dingin untuk si kecil. Hindari pula untuk mengarahkan AC secara langsung pada si kecil. 
  8. Persiapkan Mainan dan Gadget. Penerbangan yang lama tentunya akan membuat si kecil bosan dan rewel. Ajak si kecil beraktivitas bersama seperti membacakan cerita, membawa mainan kesukaannya, Bermain dengan gadget juga akan membuat si kecil tenang untuk duduk dan tidak bosan selama penerbangan. 
Sekian mom, tips kali ini. Please, be a smart mom :)