Selasa, 12 Mei 2015

Mengenal Sindrom Kematian Bayi Mendadak (Sudden Infant Death Syndrome-SIDS)

Mom, pernah dengar cerita bayi yang sehat pergi tidur namun tanpa diketahui penyebabnya tidak pernah bangun kembali? Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau di masyarakat kita lebih dikenal dengan sindrom kematian bayi mendadak merupakan suatu penyebab kematian bayi di bawah 1 tahun terutama usia 2 - 4 bulan. Hingga saat ini penyebab SIDS pun belum diketahui meskipun ada yang mengatakan bahwa faktor genetik merupakan salah satu penyebab sindrom ini.

Beberapa bayi lebih memiliki resiko SIDS seperti bayi yang lahir prematur (kurang dari 37 minggu), bayi yang berat badannya kurang ketika dilahirkan (<2500 gram), bayi laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan walaupun belum ada penelitian yang membuktikan hubungan gender dengan SIDS.

Mom, SIDS memang masih belum diketahui penyebabnya, namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Berikut cara pencegahannya :

  • Tidurkan bayi dengan terlentang merupakan hal terpenting yang dapat dilakukan untuk menjaga si kecil. Bayi yang tertidur secara tengkurap lebih berisiko tinggi SIDS karena kemungkinan besar si kecil tidak dapat bernapas dengan leluasa dan kebutuhan oksigen menjadi berkurang. Hindari pula menidurkan bayi dengan posisi miring, karena jika tidak dalam pengawasan, si kecil dapat berubah posisi menjadi tengkurap. 
  • Ibu yang merokok semasa kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk bayi. Oleh karena itu, hindari lingkungan merokok pada bayi baik semasa kehamilan ataupun setelah bayi lahir.
  • Pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan risiko SIDS. Bayi yang diberikan asi memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi dan lebih sering bangun untuk menyusu.
  • Jauhkan tempat tidur bayi dari banyak mainan, selimut, ataupun bantal-bantal yang dapat menutup hidungnya. 
  • Tidur di ruangan yang sama dengan bayi, namun disarankan untuk tidak tidur satu ranjang. Berbagi tempat tidur dapat berisiko bayi tertindih tanpa disadari. 
Sekilas mengenai SIDS ya mom, be a smart mom :)

Selasa, 14 April 2015

Untuk Mommy : Pendidikan Menstruasi Untuk Anak yang Beranjak Remaja

Mom, tidak terasa akhirnya si kecil akan menjadi seorang gadis ya. Pastinya ia akan mengalami yang namanya menstruasi. Sudah siapkah mommy untuk menjelaskan pendidikan menstruasi ke anak? Gadis remaja sebaiknya dipersiapkan sejak dini untuk diberikan pendidikan mengenai menstruasi. Kurangnya pengetahuan mengenai menstruasi akan dapat menyebabkan pengertian yang salah mengenai menstruasi. Anak timbul rasa malu dan menganggap dirinya kotor atau bahkan mengganggap menstruasi adalah hukuman dari Tuhan. Sehingga kebersihan terhadap organ intim pun menjadi tidak tepat.

Kapan sebaiknya memberikan pemahaman mengenai menstruasi pada anak saya?
Menstruasi semakin hari datangnya pada seorang remaja semakin dini. Ada yang mulai di usia 9 tahun hingga 14 tahun tergantung dari tubuh anak sendiri, Sebaiknya mommy lebih aktif untuk memberikan informasi kepada si anak daripada anak yang aktif mencari di media televisi atau internet karena dapat memicu otak untuk mengeluarkan hormon seksual.

Apa yang harus saya jelaskan ke anak?
Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti mengenai apa itu menstruasi, bagaimana proses menstruasi dan siklus menstruasi, gangguan yang biasa dirasakan saat menstruasi, serta cara membersihkan organ intim saat menstruasi, termasuk apa yang terjadi dan konsekuensi setelah anak mengalami menstruasi.

Mengapa saya harus menjelaskan pendidikan menstruasi pada anak saya?
Memberikan pendidikan menstruasi termasuk proses dan apa yang terjadi stelah anak mengalami menstruasi tidak hanya memberikan pendidikan seks terhadap anak namun dapat pula memberikan pendidikan moral mengenai bagaimana anak menjaga dirinya sendiri. Menstruasi merupakan tanda bahwa anak sudah dapat menghasilkan sel telur dan berpeluang hamil. Sebaiknya mommy juga menjelaskan bahwa wanita yang sudah menghasilkan sel telur dapat dibuahi dengan sel sperma dari seorang pria akan berkembang menjadi bayi. Oleh karenanya, anak perempuan diminta untuk menjaga dirinya sehingga pendidikan mengenai hal ini dapat mencegah terjadinya kehamilan tidak diinginkan (KTD).

Bagaimana caranya saya menjelaskan pada anak saya?

  • Lakukan komunikasi dua arah mom, jika anak menanyakan mengenai seks dan menstruasi tanyakan kembali dengan lembut maksudnya. Cari tahu apa yang sudah anak ketahui dan darimana mereka mendapatkan informasinya. Di sini mommy bisa meluruskan atau memperbaiki apabila ada informasi yang salah.
  • Mommy sebaiknya lebih dahulu melakukan diskusi. Beberapa anak mempunyai sifat pemalu dan tertutup. Mommy bisa memanfaatkan momen ketika sedang bersantai bersama kemudian melihat mengenai produk kewanitaan di televisi, atau ketika ada tante yang sedang hamil sebagai awal mula percakapan.
  • Berikan jawaban-jawaban yang dapat dimengerti sesuai dengan umur anak secara jujur. Sebaiknya jujur apabila tidak mengetahui jawaban dari apa yang ditanyakan oleh anak dan mengajak anak untuk mencarinya bersama-sama. Menjawab dengan kebohongan akan membuat anak semakin tertutup mengenai hal ini.
Semoga setelah anak diberikan pemahaman mengenai menstruasi lengkap dengan prosesnya, anak diharapkan memiliki pengetahuan mengenai dirinya serta mampu menjaga dirinya sehingga dapat membentengi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan atau tidak sesuai dengan ajaran agama. :)

Minggu, 12 April 2015

Pemakaian Antibiotik yang Tepat saat Anak Sakit

"Dok, anak saya batuk. Saya minta antibiotik ya"
"Dari kapan anaknya batuk mom?"
"Baru kemarin mom"

Si kecil sakit memang membuat khawatir ya mom. Kadang-kadang mommy suka langsung meminta antibiotik agar si kecil cepat sembuh. Tapi apakah memang benar begitu mom?

Antibiotik adalah obat yang khusus digunakan untuk membunuh bakteri. Penyakit akibat virus tidak perlu menggunakan antibiotik. Pemakaian antibiotik yang salah dan sembarangan akan membunuh bakteri-bakteri baik yang ada dalam tubuh, merusak organ-organ yang belum sempurna, dan dapat pula menyebabkan bakteri bermutasi dan kebal terhadap antibiotik sehingga antibiotik menjadi tidak ampuh untuk membunuh bakteri.

Penggunaan antibiotik yang salah meliputi pemberian antibiotik tanpa adanya infeksi, jumlah dan dosis yang berlebihan, waktu pemberian yang tidak tepat, serta tidak menggunakan antibiotik secara efektif dan efisien. Oleh karena itu mom, jika si kecil sakit dan harus minum antibiotik, antibiotik harus dihabiskan untuk mencegah resistensi antibiotik.

Jadi bagaimana penggunaan antibiotik yang tepat untuk anak?
1. Gunakan antibiotik hanya karena anjuran dokter, jangan mengikuti saran orang lain yang menganjurkan minum antibiotik.
2. Minum antibiotik sesuai dengan resep dokter dan selalu habiskan antibiotik yang diberikan

Pesan dari Tante Ina ya mom, bahwa antibiotik tidak bisa menyembuhkan segala penyakit dan harus digunakan secara tepat. :)

Sabtu, 11 April 2015

Ulas Menstruasi Dini dengan Tante Ina

Dimulai dengan percakapan tentang menstruasi, Tante Ina dalam kesempatan kali ini ingin mengulas tentang menstruasi dini. Dulu masa-masa Tante Ina sekolah, teman-teman perempuan Tante Ina menstuasi lebih banyak di kelas 6 atau usia 12 tahun ke atas. Seiring berlalunya waktu banyak juga nih yang usia di bawah itu bahkan 9 tahun sudah mengalami menstruasi. Kenapa ya? 

Mom,  penyebab dari dalam tubuh yang bisa menyebabkan menstruasi dini pada si cantik adalah ketidakseimbangan hormonal yang dibawa sejak lahir. Selain itu bisa dipicu dari faktor makanan terutama junk food dan makanan bersoda. Lingkungan modern pun juga bisa membuat si cantik mendapatkan menstruasi lebih dini, biasanya yang tinggal di perkotaan lebih cepat dibandingkan di pedesaan. Si Cantik yang kelebihan berat badan lebih beresiko untuk mengalami menstruasi dini karena berkaitan dengan jumlah lemak di dalam tubuh. Lemak dalam tubuh kita memicu dan mempertahankan menstruasi. Lemak ini dihasilkan dari hormon estrogen alias hormon seks perempuan. Nah, menstruasi dini tentunya akan menyebabkan menopause atau masa pensiun menstruasi menjadi lebih dini sehingga hormon estrogen sendiri sudah berkurang atau sudah tidak ada lagi. Padahal mom, hormon estrogen ini berfungsi mencegah serangan jantung dan melindungi tulang, akibatnya si cantik yang menstruasi dini berkemungkinan untuk menopause dini yang akhirnya lebih cepat untuk mengalami gangguan kesehatan yang timbul akibat menopause.

Mommy perlu untuk mengajak si cantik untuk mengubah pola makan agar mencegah berat badan yang berlebih serta menambah kebiasaan berolahraga diharapkan mengurangi risiko menstruasi dini. Dengan hidup sehat dan berpikiran positif, insyaallah anak sehat, mommy senang, dan keluarga bahagia. :)  
 



Kamis, 26 Maret 2015

Demam oh Demam

Mom, keponakan tante Ina,Zaky lagi demam nih. Uminya kemarin cerita kalau Zaky panas 380 dan lemes banget. Alhamdulillahnya pagi ini tante Ina ke sana panasnya sudah turun, sudah mau makan, sudah kembali bawel. Zaky minup sirup penurun demam dan minum air putih yang banyak. So, tante Ina akan bahas mengenai demam si kecil.

Mommy sebagai orang tua pasti khawatir kalau si kecil mulai demam, tapi demam merupakan respon tubuh melawan kuman. Tidak perlu panik jika si kecil mulai demam, tapi jika si kecil sudah mulai lemas, susah makan atau minum, dan hanya ingin tidur maka mommy harus segera bawa ke dokter. Untuk si kecil usia di bawah 2 tahun jika mengalami demam lebih dari 24-48 jam (1-2 hari) dan anak usia di atas 2 tahun demam be
rlangsung lebih dari 48-72 jam (2-3 hari) maka si kecil perlu dibawa ke dokter. Perhatikan pula pola demam si kecil ya mom, apakah suhunya lebih tinggi ketika sore hari atau suhunya naik turun karena dari pola demam tersebut dokter lebih bisa mengetahui penyebab demam si kecil.

Mommy untuk menurunkan demam si kecil dapat di bantu  dengan memberikan obat penurun demam (antipiretik) atau terapi fisik seperti kompres hangat di bagian ketiak, istirahat baring dan banyak minum. Penggunaan obat  antipiretik lebih bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh si kecil dan memberikan rasa nyaman, namun tidak efektif untuk mencegah kejang demam. Tante Ina lebih menyarankan parasetamol sebagai pilihan pertama untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri. Untuk penggunaan selang-seling antara parasetamol dan ibuprofen setiap 4 jam tidak terbukti efektif secara ilmiah dan tidak dianjurkan untuk penggunaan kombinasi keduanya karena sering terjadi kesalahan dosis obat, rentang waktu pemberian obat yang salah serta keracunan obat karena pemakaian obat yang berlebihan.

Jadi mommy sebaiknya memiliki termometer sendiri di rumah untuk memantau suhu tubuh si kecil jika demam dan obat penurun panas diberikan jika suhu tubuh si kecil mencapai 380 .  Tetap berikan si kecil asupan gizi yang baik dan sebaiknya si kecil tidak menggunakan pakaian yang berlebihan dan ketat ketika demam, pakaian dari bahan katun lebih dianjurkan. Semoga si kecil tetap sehat ya mom J


Rabu, 25 Maret 2015

Pentingnya Imunisasi Untuk Si Kecil

Yess, ini tulisan kedua Tante Ina di blog ini. Kemarin tante Ina bahas bekas suntikan imunisasi BCG keponakan tante Ina. Kali ini masih dengan topik imunisasi namun kali ini Tante Ina akan bahas mengenai pentingnya imunisasi.
Mom, kita tahu kalau imunisasi itu memberikan kekebalan tubuh pada si kecil. Tante Ina sebagai perawat masih sangat menganjurkan si kecil untuk diimunisasi.
“Kenapa imunisasi itu penting Tante Ina?”
“ Karena imunisasi dapat mencegah si kecil untuk penyakit-penyakit berbahaya. Si kecil yang tidak diimunisasi tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu dan lebih mudah untuk menularkan kepada kakak, adik atau anak-anak di sekitarnya”
“Anakku tanpa imunisasi sehat-sehat saja kok Tante Ina”
“Alhamdulillah ya mom. But please jangan ambil kesimpulan bahwa imunisasi itu tidak ada gunanya. Karena masih banyak si kecil lain yang diimunisasi maka tidak terjadi wabah dari penyakit tertentu. Tante Ina bantu flashback ya, di zaman Tante Ina masih SMP tahun 2005-2006 terjadi wabah polio dari Sukabumi menjalar ke Banten, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dalam waktu beberapa bulan so 351 si kecil yang tanpa imunisasi harus lumpuh. Wabah campak 2008-2010 di berbagai daerah, wabah difteri 2005-2012 di Jawa Timur yang menjalar ke Kalimantan yang akhirnya menyebabkan lebih dari 94 si kecil meninggal dunia.”
 Memang mom, selain imunisasi ada beberapa cara untuk mencegah penyakit berbahaya seperti pemberian ASI, makanan pendamping ASI yang lengkap dan seimbang, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Tapi cara tersebut belum bisa memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya.
“Tante Ina, apa anak yang sudah diimunisasi masih bisa tertular penyakit yang berbahaya?”
“Masih bisa mom, namun lebih ringan dan tidak berbahaya. Si kecil yang diimunisasi juga jarang menularkan ke anak-anak lain sehingga tidak terjadi wabah”
Mom, menurut WHO 194 negara sudah menganjurkan imunisasi bagi para balitanya, terlepas itu negara maju ataupun berkembang, negara muslim atau non muslim. Vaksin yang digunakan di Indonesia sendiri di buat oleh PT. Bio Farma Bandung dan diekspor ke 120 negara dan 36 negara di antaranya negara Muslim seperti Pakistan, Mesir, Malaysia, Iran, Afganistan, Turki, dan masih banyak lagi. Kualitas vaksin selalu diawasi oleh badan internasional WHO dan sudah dinyatakan aman dan efektif jadi sekarang mommy tidak perlu ragu lagi ya.   

Selasa, 24 Maret 2015

Tangan si Billi Bernanah Setelah Imunisasi

Tante Ina mau cerita nih,kemarin liburan nyepi tante Ina ditinggal mudik ke Jogja sama emak dan bapake untung aja tante Ina diajak ke Banyuwangi ke calon kampung yang baru hehehe. Singkatnya tante Ina punya ponakan cowok usia 3 bulan namanya Billi (bukan adiknya Olga Saputra), ibunya Billi konsul tentang bekas imunisasi yang bernanah di tangan kanannya nih mom. Duh sayangnya tante Ina lupa foto tangan si
Billi.Nah mom ibu Billy nih khawatir sudah 3 bulan umur anaknya tapi bekasnya nggak hilang-hilang. Waktu diimunisasi si Billi baru umur 1 bulan.

Mom, si Billi saat itu diimunisasi BCG untuk mencegah penyakit tuberkulosis singkatnya TBC. Penyakit ini menyerang pernapasan dan dapat menyebabkan kematian. Biasanya bayi diimunisasi BCG dari usia baru lahir hingga 3 bulan dan hanya satu kali saja.  Memang mom setelah diimunisasi BCG, bekas suntikan si kecil menonjol dan bisa timbul nanah. Biasanya muncul beberapa minggu setelah imunisasi tapi nggak perlu khawatir karna lama kelamaan akan mengecil sendiri. Mommy hanya perlu membasuh pakai kasa dan air hangat. Jadi mom, keberhasilan dari imunisasi BCG malah dilihat dari timbul atau tidaknya benjolan yang bernanah ini lho. Dengan timbulnya bekas suntikan ini artinya imunisasi BCG ini berhasil dan si kecil sudah punya antibodi untuk melawan bakteri ini. Tapi jika tidak ada bekas suntikan, bukan berarti si kecil harus diimunisasi ulang ya. Si kecil juga punya antibodi namun kadarnya lebih rendah. Semoga tulisan tante Ina bermanfaat ya mom J