Kamis, 12 Januari 2017

Mengatasi Keseleo pada Anak

Sebelum tante Ina bahas tentang keseleo atau terkilir, tante Ina mau cerita dulu nih asal mula tema ini diangkat. Jadi tante Ina siang tadi bangun tidur karena ada suara anak kecil nangis. Kalau anak kecil nangis kan sebenarnya biasa, tetapi tangisannya nggak berhenti-henti dan makin lama ada jeritan-jeritan dan teriakan sakit. Akhirnya tante Ina keluar rumah dan cari sumber suara, eh ternyata di rumah tetangga lagi ada anak kecil yang diurut karena keseleo jatuh saat main. Tapi mommy tahu nggak sih mom, keseleo sebenarnya tidak boleh diurut. Pengurutan saat keseleo akan mengakibatkan aliran darah lebih lancar ke area yang bengkak dan dapat berkumpul di area tersebut, sehingga sembuhnya menjadi lebih lama.
Dalam bahasa kedokteran, keseleo ini disebut dengan sprain. Sprain adalah cedera jaringan serat yang fleksibel, kuat, serta menghubungkan antar tulang pada sendi. Si kecil akan merasa sakit apabila jaringan serat ini mengalami cedera, biasanya karena si kecil aktif bermain dan jatuh atau tidak melakukan pemanasan ketika akan berolahraga. Ada beberapa tanda nih mom, untuk memastikan bahwa anak memang benar keseleo, diantaranya :
  • Nyeri sendi
  • Ada pembengkakan
  • Bagian tubuh yang sakit berubah warna menjadi kebiru-biruan atau merah kebiruan
  • Kaku sendi
Nah, jika mommy menemukan tanda-tanda di atas, inget RICE ya mom.
  1. Rest : Istirahatkan bagian tubuh yang sakit. Biasanya pada anak akan diberi tongkat atau benda keras sehingga anak tidak menggerak-gerakkan bagian tubuh yang sakit,
  2. Ice : Kompres bagian tubuh dengan es. Esnya dibalut dulu dengan kain yang tipis sebelum ditempelkan ke bagian tubuh yang sakit. Kompres es bermanfaat saat 24 jam pertama. Jika telah lebih dari 24 jam, maka gunakan kompres hangat.
  3. Compression : Balut tekan dengan kain elastis. Dengan dibalut maka akan mengurangi peradangan, dan memberi rasa nyaman sehingga meminimalkan rasa sakit. Jangan terlalu ketat ya mom membalutnya, pembalutan ini harus terus dipantau.
  4. Elevation : Tinggikan bagian tubuh yang sakit melebihi jantung. Gunanya adalah mengurangi atau meminimalkan pembengkakan. 
Mom, lebih baik mencegah daripada mengobati. Pengawasan yang baik serta persiapan yang tepat untuk anak, bisa mencegah anak dari rasa sakit akibat keseleo, Sekian dari tante Ina, be a smart mom :)

Minggu, 08 Januari 2017

Kupas Tuntas BAB pada anak

Hai mom, beberapa waktu lalu temen tante Ina ada yang cerita nih tentang kesehatan si kecil yang sudah 3 hari tidak BAB padahal sebelumnya setiap hari BAB teratur tetapi si kecil biasa saja, tidak rewel, perut tidak kembung, dan masih beraktivitas seperti biasa. Biasanya untuk mommy yang baru memiliki anak pertama agak khawatir ya mom, begitu juga sama temen tante Ina. Jadi kali ini tante Ina akan mengupas tuntas BAB pada anak, disimak ya mom.

Feses atau BAB pada si kecil yang baru lahir, pertama kali biasanya berwarna kehitaman yang disebut mekonium. Dalam 3 hari pertama, feses akan berubah warna menjadi kehijauan, selanjutnya setelah hari ke 5 feses akan berwarna kekuningan. Konsistensi feses si kecil yang dengan ASI eksklusif biasanya berair atau encer dengan frekuensi 4-10 kali sehari pada bayi yang baru lahir. Frekuensi ini akan berkurang menjadi 2-4 kali sehari pada si kecil yang berusia 6-12 bulan. Untuk si kecil dengan sufor, fesesnya berbeda dengan yang minum ASI. Feses si kecil yang dengan sufor, konsistensinya padat dan warnanya kecoklatan, dan baunya lebih menyengat seperti orang dewasa. Frekuensinya juga menjadi lebih jarang yaitu bisa rutin sekali sehari.

Bagaimana dengan si kecil yang tidak BAB beberapa hari?
Mom, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola dan frekuensi dari BAB, di antaranya :

  1. ASI/Susu Formula (Pada bayi dengan ASI saja, masih wajar apabila anak tidak BAB selama 3-5 hari selama anak tidak rewel, tidak menunjukkan kesakitan, dan perut kembung. Hal ini dikarenakan ASI mengandung nutrisi yang paling baik dan mudah dicerna serta diserap bagi perncernaan bayi)
  2. Makanan Pendamping ASI (MPASI)
  3. Cairan (Pada anak yang dehidrasi, cenderung lebih jarang BAB)
  4. Penyakit oleh virus atau bakteri (contoh : diare menyebabkan si kecil lebih sering BAB dengan konsistensi yang lebih encer)
Kondisi-kondisi yang perlu mommy khawatirkan ketika si kecil tidak kunjung BAB diantaranya bayi terlihat sakit dan tidak nyaman ketika minum, si kecil tidak mau minum atau minum susunya berkurang dari biasanya, bayi muntah atau perutnya kembung, bayi terlihat mengejan dan terlihat ingin BAB namun tidak bisa.

Tips agar BAB anak lancar dan teratur
Ada beberapa cara yang mommy bisa terapkan untuk si kecil nih, yaitu :
  1.  Melakukan olahraga ringan pada si kecil : Mommy dapat menggerakkan kaki si kecil seperti gerakan mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat merangsang usus besar sehingga membantu mengeluarkan gas dan kotoran yang ada di dalam perut.
  2. Pemberian ASI : ASI mengandung nutrisi yang paling lengkap untuk bayi. Kandungan kolostrumnya membantu si kecil BAB secara teratur.
  3. Pijat pada bagian perut : Pijatan pada bagian perut bayi akan menenangkan si kecil dan membantu memudahkan anak untuk BAB. Pijatan dapat dimulai dari pusar hingga arah luar, selanjutnya beri gerakan melingkar searah jarum jam.
  4. Pemberian cairan yang cukup
Sekian pembahasan BAB pada anak, semoga bermanfaat ya smart mom :)

Rabu, 04 Januari 2017

Waspada Anak Batuk dan Sesak, Kenali Tanda Pneumonia

Hai smart mom, ini tulisan tante Ina tentang kesehatan anak yang pertama di tahun 2017. Di awal tahun ini pasti sedih kalau si kecil lagi sakit. Mommy pernah mendengar pneumonia mom, tante Ina akan kupas tuntas penyakit yang masih menjadi pembunuh no 1 pada anak dan balita.

Pneumonia biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri. Mommy harus waspada bila si kecil mengalami batuk atau kesulitan bernapas hingga sesak napas yang membuat dinding dada si kecil bagian bawah tertarik. Demam juga akan timbul terutama pada si kecil yang mengalami pneumonia oleh karena bakteri. Tanda bahaya lain yang harus mommy kenali dan si kecil harus segera di rujuk ke pelayanan kesehatan antara lain demam/suhu tubuh naik turun, kesadaran menurun/mengantuk terus, tidak mau minum, kejang, kebiruan, mengorok, dan gizi buruk. 

Pada saat si kecil batuk atau kesulitan bernapas dan mommy bawa ke pelayanan kesehatan, maka dokter akan mengelompokkan gejala-gejala yang dialami oleh si kecil sesuai usianya (Tabel Klasifikasi Pneumonia). Mom, untuk anak yang mengalami pneumonia akan diberikan antibiotik, namun jika menurut hasil pemeriksaan pneumonia anak disebabkan oleh virus, maka dokter akan menghentikan antibiotik. Pada saat si kecil sakit, yang harus mommy lakukan adalah tetap memberikan cairan yang sedikit-sedikit dan sering dan anak juga membutuhkan istirahat yang cukup. 

Tenang mom, penyakit ini bisa dicegah kok. Ada beberapa pencegahan yang dapat mommy lakukan, di antaranya :

  1. Menjauhkan si kecil dari penderita batuk atau penyakit infeksi lainnya
  2. Lakukan imunisasi lengkap pada anak
  3. Berikan ASI eksklusif (6 bulan) dan lanjutkan hingga si kecil usia 2 tahun
  4. Pastikan lingkungan rumah bersih dan sehat,  serta ventilasi yang cukup.
  5. Sebaiknya si kecil dijauhkan dari asap rokok, asap tungku, obat nyamuk, kendaraan bermotor atau polusi udara lainnya.
  6. Lakukan cuci tangan enam langkah dengan sabun dengan tepat di waktu yang tepat.
  7. Berikan nutrisi yang adekuat untuk si kecil.
Mom, mengenali tanda pneumonia lebih awal menjadi salah satu cara mencegah kematian karena pneumonia pada anak, namun mencegah lebih baik daripada mengobati. Ayo bersama kita cegah pneumonia pada anak :)





Selasa, 03 Januari 2017

Resep Tante Ina (Tumis Labu Siam, wortel, kembang kol & Tuna Balado)

Assalamualaikum mom, wah tante Ina lagi suka upload menu masakan nih. Cocok untuk mommy yang berkomitmen untuk tidak menambahkan MSG di makanannya, karena insyaallah tante Ina tidak menambahkan penyedap buatan so lebih sehat.
Hari ini pak bos, request ikan yang di balado. Giliran sayur agak bingung sih tadi tapi lihat labu siam yang kecil-kecil langsung deh minta ditumis, supaya cantik ditambah wortel dan kembang kol. Tante Ina langsung saja ke resep pertama ya mom.

Resep Tumis Labu Siam, Wortel, Kembang kol ala Tante Ina
Bahan :

  • 5 buah bawang merah dan bawang putih
  • Cabe merah dan hijau masing-masing 3 buah
  • 1 buah wortel
  • 4 buah labu siam kecil
  • Kembang kol
  • Minyak untuk menumis
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya


How to Cook :

  1. Iris panjang wortel dan labu siam
  2. Iris bawang merah, bawang putih, dan cabe. Untuk cabe dipotong serong.
  3. Panaskan minyak secukupnya. Tumis bawang putih dan bawang merah serta cabe.
  4. Jika sudah harum, masukkan wortel dan kembang kol. 
  5. Tambahkan air sedikit lalu masukkan labu siam
  6. Beri garam secukupnya dan aduk rata
  7. Tumis hingga semua layu dan air asat.
Tuna Balado
Bahan:
  • 500 gr ikan tuna 
  • Minyak goreng
  • Garam secukupnya
  • Jeruk nipis
Bumbu halus :
  • 3 buah bawang putih
  • 5 buah bawang merah
  • 8 buah cabe rawit
  • 9 buah cabe merah
  • Garam secukupnya
  • 1 buah tomat
How to cook : 
  1. Cuci bersih ikan tuna, lalu beri perasan air jeruk dan garam. Diamkan sekitar 15 menit.
  2. Setelah 15 menit, goreng ikan lalu tiriskan.
  3. Haluskan semua bumbu halus.
  4. Panaskan minyak goreng lalu tumis bumbu halus hingga harum
  5. Masukkan ikan yang telah digoreng lalu aduk rata.
  6. Tuna balado siap disajikan
Terima kasih telah menyimak resep kali ini ya mom :)

Sabtu, 31 Desember 2016

Resep Masakan Tante Ina (Urap, Ayam Kuning Sisit, Dadar Jagung)



Hai mom, di akhir tahun ini tante Ina akan bagi-bagi resep masakan yang nendaaang banget. Pagi-pagi pak bos sudah request 3 masakan kesukaannya, yaitu urap, perkedel jagung dan ayam suwir. Ini nih penampakannya. Tante Ina tumben upload masakan, biasanya sudah laper duluan jadinya nggak sempat foto-foto hihihihi. Kali ini special karena isi piringnya warna-warni dari sayur, nasinya, dan lauknya.

Kita mulai dari resep sayur urapnya ya,. Untuk sayurnya tante Ina pakai kangkung, toge/kecambah, dan wortel. Sebenarnya kalau mommy mau juga bisa ditambah bayam atau kemangi juga bisa, tapi kemangi tidak perlu direbus. Untuk ayam suwir, ini baru coba-coba buatnya eh alhamdulillah enak.

Resep Urap (Untuk Porsi Besar):
Bahan :

  • Kelapa parut dari 1 butir kelapa 
  • Sayur yang direbus (optional)
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Daun jeruk 6 lembar
Bumbu Halus :

  • 9 buah bawang merah
  • 6 buah bawang putih
  • 7 buah cabe merah 
  • 2 buah kencur ukuran 4 cm
  • Garam secukupnya
Cara Memasak :
  1. Rebus sayur yang akan digunakan, sebaiknya sebentar saja karena jika terlalu lama akan mengurangi kadar vitamin. Setelah direbus, tiriskan sayuran.
  2. Haluskan bumbu halus, kemudian siapkan penggorengan untuk menumis.
  3. Tumis bumbu hingga harum lalu masukkan daun jeruk
  4. Sedikit demi sedikit masukkan kelapa parut dan aduk hingga rata.
  5. Gunakan api kecil dan tunggu hingga cukup kering, sehingga bumbu urap lebih awet.
Resep Ayam Suwir Bumbu Kuning
Bahan :
  • Dada ayam 1/2 kg
  • 3 buah sereh
  • 4 lembar daun jeruk
  • Minyak untuk menumis
  • Garam secukupnya
Bumbu halus :
  • 5 buah bawang merah
  • 5 buah cabe rawit (optional, bisa ditambahkan jika ingin lebih pedas)
  • 3 cm kunyit/kunir
Cara Memasak :
  1. Rebus dada ayam selama 20 menit. Angkat dan tiriskan. Jika sudah dingin, suwir-suwir ayam.
  2. Haluskan bumbu halus.
  3. Panaskan minyak, jika sudah masukkan bumbu halus,daun jeruk dan sereh yang telah digeprek. Tumis hingga harum
  4. Masukkan ayam suwir dan aduk rata, tambahkan garam secukupnya
  5. Masak hingga ayam cukup kering. 

Resep Perkedel Jagung
Bahan:

  • 4 sdm tepung terigu
  • Jagung manis
  • Minyak untuk menggoreng
  • 2 buah bawang putih
  • Garam secukupnya
  • Daun bawang
Cara Memasak :

  1. Bawang putih dihaluskan, dicampur dengan jagung yang juga ditumbuk kasar
  2. tambahkan daun bawang, garam, tepung terigu. Aduk hingga adonan mengental
  3. Panaskan minyak dan goreng hingga kecoklatan.


Voilaaa, itu masakan tante Ina hari ini. Semoga resep yang tante Ina share berguna ya mom ;)

Jumat, 30 Desember 2016

Belajar menjadi ibu Profesional

Hai mom, selain bahas tentang si kecil, tante Ina sekarang juga akan bahas supaya mommy bisa menjadi profesional. Apa arti profesional? Profesional artinya berkaitan dengan profesi, dan juga memerlukan kepandaian untuk melakukan sesuatu. "Ah kenapa perlu profesional sih, jadi yang biasa-biasa aja kenapa". Mom, masa iya mau jadi mommy biasa dari si kecil yang luar biasa, gimana si kecil mau jadi luar biasa kalau mommynya biasa-biasa aja. "Saya sudah profesional, sudah lama jadi ibu, sudah makan asam garam". Profesionalitas tidak bisa diukur melalui kuantitas berapa lama seseorang melakukan profesi itu mom, kualitas dari profesi itu yang bisa mengukur seseorang itu profesional atau tidak.

Tante Ina mau cerita ya mom, 3 bulan yang lalu tante ina ikut matrikulasi di institut ibu profesional (IIP). Mommy sudah paham kan, jika anak yang cerdas dilahirkan dari ibu yang cerdas (Artikelnya bisa dibaca di Kecerdasan-Anak-Diturunkan-Dari-Ibu). So tante Ina memutuskan untuk ikut belajar di institut yang di dalamnya selain ada materi, diskusi, dan juga ada penugasan. Niat tante Ina lainnya silaturahmi, karena di IIP ini ada kegiatan-kegiatan yang mengakrabkan kami terutama bagi tante Ina yang belum ada teman di Tangerang. Oiya, kelasnya via wa dan tergantung kita tinggal di kota apa. Kabar baiknya lagi, ilmu di IIP ini nggak terbatas dan bisa dibagikan untuk mommy-mommy yang lain. Kali ini tante Ina share materi matrikulasi IIP yang juga bisa diakses via youtube ya. Selamat belajar menjadi ibu profesional smart mom :)

Sesi #1
Sesi #2
Sesi #3
Sesi #4
Sesi #5
Sesi #6
Sesi #7
Sesi #8
Sesi #9
Sesi #10


Sumber :
http://kbbi.web.id/profesional
http://www.motherandbaby.co.id/article/2016/9/5/6609/Kecerdasan-Anak-Diturunkan-Dari-Ibu

Selamat Datang Kembali di Catatan Digital Tante Ina

Hai Mom, Tante Ina balik lagi setelah setahun menghilang. Kemana aja sih tante Ina? Tante Ina sejak terakhir ngepost, pindah ke Yogyakarta untuk cari ilmu buat dibagi ke Mom-mom semua. Sampai nggak sempat nulis gitu? Hehehe..maaf ya, tante Ina nulisnya nulis tugas, nulis tesis, nulis pendaftaran pernikahan...hihihih

So, selama setahun ini, tante Ina banyak mengalami kejadian-kejadian seru, menegangkan, menyenangkan, dan ada sedihnya juga. Insyaallah, setelah ini tante Ina bakal cerita satu per satu ke mom-mom semua. Penting? Hahaha ya siapa tahu bisa jadi pelajaran buat mom-mom semua atau bisa jadi hiburan baca cerita tante Ina. Gimana bagi ilmunya tentang si kecil? Insyaallah lanjut, doakan istiqomah ya mom, Semoga ilmu tante Ina bisa bermanfaat untuk semua mommy.
Saking semangatnya, ide-ide tante Ina numpuk loncat-loncat jadi satu. Semua pengen ditulis bersamaan hihihihi. Ditunggu ya mom, tulisan selanjutnya., yang jelas tante Ina excited banget pengen cerita, pengen bagi ilmu, pengen diskusi sama mommy-mommy kece yang smart. So, Selamat Datang Kembali di Catatan Digital Tante Ina :)