Assalamualaikum
Mom saya mau nanya nih, apa nulis itu mengandung zat adiktif ya?soalnya saya ngerasa kok pengen nulis terus yaa. Biasanya saya kalau selow, buka timeline medsos sampai baterai hp menipis eh ini barusan saya baru buka timeline kok rasanya lebih seru nulis. Mungkin saya mulai jatuh cinta untuk menulis.
Tulisan saya hari ini masih seputar penelitian saya ya mom. Saya bingung analisis data. Rencana saya hari ini mau konsul untuk bimbingan analisis multivariat regresi logistik ordinal. Saya masih kekurangan sumber untuk bisa memahami analisisnya. Permasalahannya ketika syarat-syaratnya belum terpenuhi. Jadi bingung sendiri dan demi tekad wisuda saya bulan Juli 2017 ini saya rela deh keluar kamar meski matahari lagi cerah-cerahnya.
Saya barusan berpikir, kalau saya nulis curhatan saya terlalu banyak sepertinya tidak bermanfaat untuk orang lain. Manfaatnya cuma bisa saya rasain yaitu saya lega sudah bercerita hehe. Jadi saya insyaallah akan menuliskan ilmu-ilmu yang saya dapatkan kalau ikut kajian agama ya mom. Saya menyempatkan dan memaksa diri saya untuk selalu datang kajian jika tidak ada halangan. Doakan saya selalu istiqomah ya mom. Jadi ditunggu ya, tulisan-tulisan saya yang lain (^^)
Minggu, 12 Maret 2017
Jumat, 10 Maret 2017
Penyesalan dan Hikmah
Assalamualaikum mom
Sudah lama saya nggak cerita atau buat artikel kesehatan ya..seminggu sih tapi mungkin karena kemarin-kemarin rutin nulis di blog jadi terbiasa nulis.
Sekarang saya mau curhat ah, mencoba menulis untuk mengeluarkan isi hati. Saya nulis ini di dapur kos,duduk sambil nunggu rendeman baju saya yang lagi direndem pewangi. Mom, manusia itu wajar kan ya menyesali sesuatu. Atau itu yang namanya nggak bersyukur ya? Tapi yang saya sesali ini juga kalau dipikir dari segi positif ya saya sangat bersyukur.
Saya lagi penelitian tesis (doakan saya juli 2017 bisa wisuda m.kep ya). Mungkin namanya mahasiswa akhir ketemunya angka-angka atau tulisan yg diubah ke dalam suatu tulisan ilmiah ada yang namanya rasa bosan,jenuh. Hal itu mom yang mungkin buat saya nyesel kenapa ngelanjutin sekolah. Mungkin bagi orang bertanya kenapa nyesel kan bagus S2. Ya akan saya paparkan lagi lebih jelasnya.
- Saya setelah tamat s1 baru 8 bulan bekerja kemudian lanjut s2. Dibandingkan dengan teman sekelas lainnya, ilmu saya masih dangkal dan belum punya pengalaman. Ini perlu kalau diskusi hal-hal klinis, jadi saya lebih banyak membayangkan.
- Saya meninggalkan karir saya yang mulai menanjak. Di saat temen-temen saya sudah mulai menikmati hidup dengan gajinya. Saya hanya bisa berpangku tangan, nunggu chat yang isinya "bun, sudah ayah transfer ya". Mungkin bagi sebagian orang bahagia ya, saya bahagia tetapi saya juga tidak terbiasa untuk tidak bekerja (saat ini saya berjualan pulsa dan mulai menekuni online shop).
- Saya berjauhan dengan suami saya. Ini yang bikin sedih juga. Sudah nikah hampir 1 tahun, tetapi saya belum bisa seutuhnya menjadi istri solehah untuk membantu suami di rumah.
- Titel saya selanjutnya membuat saya galau. Saya sangat bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, full time mother kalau bisa. Niat saya dulu saya sekolah, untuk cari ilmu yang bisa saya pakai untuk cita-cita semenjak tk itu. Tapi sekarang mikir, orangtua mungkin nggak ngizinin, sudah sekolah tinggi-tinggi, dibayarin mahal-mahal jadinya ibu rumah tangga. Udah dari sekarang mikir omongan orang nantinya.
Astaghfirullah,,astaghfirullah..saya cuma ingin ngeluarin unek-unek mom. Bukan bermaksud full ngeluh, karena di saat saya terlintas pikiran di atas ya saya juga membantu hati saya untuk kuat. Saya percaya akan selalu ada hikmah di setiap kejadian.
- Saya lebih banyak dapat ilmu agama. Tinggal di jogja,banyak kajian. Kajian ini saya datangi juga untuk mnguatkan hati, membantu saya keluar dari kos supaya tidak jenuh.
- Ibu saya jauh lebih mandiri setelah saya tinggal merantau. Dulu kemana-mana selalu diantar,sekarang sudah bisa sendiri. Lebih banyak komunitas yang diikuti.
- Saya dapat keterampilan yang saya inginkan yaitu baby spa. Insyaallah ini yang akan saya rintis nanti di tangerang. Ini tekad saya, minta doanya ya mom.
- Saya hidup lebih mandiri karena ngekos, di jogja hidup sendiri.
Bismillah bantu saya kuat ya mom, tekad saya wisuda juli 2017 supaya bisa berkumpul dan tinggal di tangerang bersama suami. Minta doanya, saya percaya kekuatan doa entah siapa pun orangnya. Kita tidak pernah tau doa siapa yang akan dikabulkan Allah. (^^)
Nb: mom, saya tambah minta didoakan supaya segera dikaruniakan amanah buah hati anak-anak saleh yaa (^^)
Senin, 06 Maret 2017
Oseng Toge Putih Telur
Ini resep yang hari minggu kemarin saya buat, bahannya simpel tetapi no MSG jadi insyaallah sehat.
Bahan untuk 2 porsi :
Toge (saya beli 1000)
3 bungkus putih telur (saya beli yang sudah jadi)
Daun bawang
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Kunyit bubuk
Ketumbar bubuk
Air secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Daun jeruk
1 buah tomat
Bumbu halus
2 buah bawang putih
4 buah bawang merah
4 cabe merah
Cara Memasak:
Bahan untuk 2 porsi :
Toge (saya beli 1000)
3 bungkus putih telur (saya beli yang sudah jadi)
Daun bawang
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Kunyit bubuk
Ketumbar bubuk
Air secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Daun jeruk
1 buah tomat
Bumbu halus
2 buah bawang putih
4 buah bawang merah
4 cabe merah
Cara Memasak:
- Goreng setengah matang putih telur yang sudah dipotong kecil-kecil. Gunanya agar putih telur lebih awet. Tiriskan
- Panaskan minyak goreng, lalu tumis bumbu halus hingga harum dan masukkan daun jeruk. Jika sudah harum, masukkan air secukupnya, beri garam dan gula. Koreksi rasa
- Jika sudah mendidih, masukkan putih telur dan toge. Aduk rata dan diamkan hingga toge dirasa matang.
- Masukkan tomat dan daun bawang yang sudah dipotong-potong, kemudian aduk rata.
- Sajikan
Selamat berkreasi mom :)
Minggu, 05 Maret 2017
Minggu Mandiri
Hari minggu sebenarnya adalah hari yang membuat saya bingung mau makan apa. Warung-warung makan langganan tutup di hari minggu. Alhasil biasanya tiap minggu makannya kurang sehat, biasanya sih tanpa sayur.
Minggu ini saya memutuskan untuk memasak sendiri. Kebetulan lagi kangen makan oseng toge. Dari kos sudah di catet, bahan-bahannya apa aja dan juga belinya dimana. Setelah beres cuci mencuci baju, saya berangkat ke warung 1. Kenapa saya beri nomor? Iya karena untuk masak masakan saya yang sederhana,saya perlu ke 2 warung.
Di warung 1, saya beli tomat,cabe merah, daun bawang, tempe, putih telur,ketumbar dan kunyit bubuk. Di warung it saya juga beli tahu bacem dan nasi kucing, pikir saya untuk sarapan dulu. Ternyata di warung 1, bahan utama alias togenya nggak ada, makanya saya lanjut ke warung 2. Di warung 2 lebih lengkap dan lebih rame, mungkin karena penjualnya baru pulang dari pasar.
Saya memutuskan untuk masak di siang hari, karena kebetulan saya ada acara. Siangnya saya mulai standby di dapur, sibuk kupas bawang, ulek bumbu, goreng-goreng. Hehehe rindu juga dengan dunia perdapuran. Aniway, sudah sebulan saya tidak mengasah keterampilan masak saya.
Minggu ini saya memutuskan untuk memasak sendiri. Kebetulan lagi kangen makan oseng toge. Dari kos sudah di catet, bahan-bahannya apa aja dan juga belinya dimana. Setelah beres cuci mencuci baju, saya berangkat ke warung 1. Kenapa saya beri nomor? Iya karena untuk masak masakan saya yang sederhana,saya perlu ke 2 warung.
Di warung 1, saya beli tomat,cabe merah, daun bawang, tempe, putih telur,ketumbar dan kunyit bubuk. Di warung it saya juga beli tahu bacem dan nasi kucing, pikir saya untuk sarapan dulu. Ternyata di warung 1, bahan utama alias togenya nggak ada, makanya saya lanjut ke warung 2. Di warung 2 lebih lengkap dan lebih rame, mungkin karena penjualnya baru pulang dari pasar.
Saya memutuskan untuk masak di siang hari, karena kebetulan saya ada acara. Siangnya saya mulai standby di dapur, sibuk kupas bawang, ulek bumbu, goreng-goreng. Hehehe rindu juga dengan dunia perdapuran. Aniway, sudah sebulan saya tidak mengasah keterampilan masak saya.
Dan taraaa ini hasil masak saya, oseng toge putih telur. Rasanya nggak kalah sama makanan restoran ahahaha. Dengan bangganya, saya kirim fotonya ke suami, kakak, adik ipar, dan ibu saya. Eh kakak saya,jeli banget pengamatannya sampai nanya, itu kenapa dikasih daun salam. Saat itu saya sadar, eh itu daun salam ya, saya kira daun jeruk..upsss
#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Sabtu, 04 Maret 2017
Tujuan akhir hidup mandiri kami
Ini hari terakhir suami saya di jogja, setelah sejak hari kamis kami bersama. Mau nggak mau, saya harus melakukan apapun sendirian lagi. Yang sebelumnya makan bersama, sekarang mulai lagi untuk terbiasa sendirian.
Yang namanya tinggal masing-masing karena terpaksa berpisah ya memang saya harus terbiasa mandiri. Selama tinggal di jogja, saya berlatih mandiri untuk masang gas sendiri, ganti lampu sendiri, intinya mengurus apa-apa sendiri. Tapi nelangsanya kalo udah makan sendiri ya kadang sedih sendiri sih.
Saya pernah ingat di awal pernikahan kami, waktu itu saya mau pulang ke jogja dari tangerang. Bawaan saya lumayan berat, awalnya saya biarkan suami saya bawa sendiri hehehe. Akhirnya dia bilang, kita ini sekarang tim, ayo bantu bawa berdua. Dari kata-kata "tim" ini saya selalu mengingatkan diri saya bahwa saya sudah menikah dan harus bekerja sama dengan pasangan saya. Walaupun saat ini kami masih LDM, kami adalah tim yang saat ini sedang dilatih untuk mandiri, sehingga ketika kami akhirnya bersama bisa menjadi tim yang solid, menguatkan, dan bisa bekerja sama. Saya yakin,insyaallah kemandirian saya dan suami saat ini adalah bekal untuk nanti hidup kami bersama di dunia dan akhirat.
#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Yang namanya tinggal masing-masing karena terpaksa berpisah ya memang saya harus terbiasa mandiri. Selama tinggal di jogja, saya berlatih mandiri untuk masang gas sendiri, ganti lampu sendiri, intinya mengurus apa-apa sendiri. Tapi nelangsanya kalo udah makan sendiri ya kadang sedih sendiri sih.
Saya pernah ingat di awal pernikahan kami, waktu itu saya mau pulang ke jogja dari tangerang. Bawaan saya lumayan berat, awalnya saya biarkan suami saya bawa sendiri hehehe. Akhirnya dia bilang, kita ini sekarang tim, ayo bantu bawa berdua. Dari kata-kata "tim" ini saya selalu mengingatkan diri saya bahwa saya sudah menikah dan harus bekerja sama dengan pasangan saya. Walaupun saat ini kami masih LDM, kami adalah tim yang saat ini sedang dilatih untuk mandiri, sehingga ketika kami akhirnya bersama bisa menjadi tim yang solid, menguatkan, dan bisa bekerja sama. Saya yakin,insyaallah kemandirian saya dan suami saat ini adalah bekal untuk nanti hidup kami bersama di dunia dan akhirat.
#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Kamis, 02 Maret 2017
Melatih kemandirian = berlatih tega + berlatih tegas
Alhamdulillah hari ini suami saya datang mengunjungi saya ke jogja. Insyaallah ia akan menemani saya hingga tgl 4. Kami lagi promil, minta doanya ya supaya Allah mudahkan hehe.
Suami saya ini sebenarnya orangnya tegas (lebih tegas daripada saya) tetapi kadang-kadang untuk hal tertentu perlu untuk diminta tegas. Seperti saat pemilihan makanan siang tadi, dia bingung sendiri mau pilih menu apa karena ingin semua dimakan (pecinta kuliner) hihi. Malemnya kejadian yang sama terulang. Jadi saya perlu menegaskan menu yang benar-benar ia inginkan.
Kadang saya berpikir, apa saya yang terlalu memanjakan atau terlalu melayani ya. Situasi kami yang jauh-jauhan seringkali membuat saya kasian dengan suami saya,apa-apa dilakukannya sendiri. Jadi setiap kami bertemu pengennya memberi pelayanan terbaik hingga hal-hal yang kecil seperti mengambilkan air minum. Apalagi ketika saya ingat, jika mengambil air minum untuk suami,istri insyaallah dapat pahala yang banyak.
Ini baru suami ya, belum nanti kalau sudah ada anak ya hihihi. Tega dan tegasnya harus ekstra.
#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Suami saya ini sebenarnya orangnya tegas (lebih tegas daripada saya) tetapi kadang-kadang untuk hal tertentu perlu untuk diminta tegas. Seperti saat pemilihan makanan siang tadi, dia bingung sendiri mau pilih menu apa karena ingin semua dimakan (pecinta kuliner) hihi. Malemnya kejadian yang sama terulang. Jadi saya perlu menegaskan menu yang benar-benar ia inginkan.
Kadang saya berpikir, apa saya yang terlalu memanjakan atau terlalu melayani ya. Situasi kami yang jauh-jauhan seringkali membuat saya kasian dengan suami saya,apa-apa dilakukannya sendiri. Jadi setiap kami bertemu pengennya memberi pelayanan terbaik hingga hal-hal yang kecil seperti mengambilkan air minum. Apalagi ketika saya ingat, jika mengambil air minum untuk suami,istri insyaallah dapat pahala yang banyak.
Ini baru suami ya, belum nanti kalau sudah ada anak ya hihihi. Tega dan tegasnya harus ekstra.
#level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
Rabu, 01 Maret 2017
Melawan rasa malas dan takut
Saya sedang melakukan penelitian saya dibantu asisten penelitian saya. Jadi ceritanya tinggal 1 orang yang belum diambil datanya dan orang tersebut hari ini dinas malam. Kebetulan asisten penelitian saya malam ini ada acara sehingga tidak bisa untuk mengambil data tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk ambil data.
Karena dinas malam, sebaiknya saya berangkat dari kos jam 8 pm lewat supaya ketika sampai di sana, belum operan yang berarti saya masih bisa ngrecoki responden saya. Ndlalah alhamdulillahnya maghrib turun hujan deras, saya jadi agak ragu mau berangkat. Rencananya saya memang mau berangkat lebih awal untuk beli makan dan mampir belanja sebentar. Ya akhirnya ketunda sampai setelah isya belum berhenti walaupun gerimis.
Sebenarnya selain hujan,ada satu hal lagi yang membuat saya ragu untuk berangkat yaitu lampu rumah utama kosan saya mati karena kongslet. Rada takut keluar kamar karena sorenya dapat cerita-cerita serem.
Sebenarnya bisa saja saya ambil data besok pagi banget sekitar setengah 7 atau jam 7 pagi,tetapi suami saya besok datang ke jogja dan saya harus menjemputnya. Kasian kalau ia harus menunggu. Saya sudah minta izin untuk jemput suami telat, karena males ah hujan, males juga harus nglewatin rumah utama yang gelap. Otak-atik hp eh saya bingung mau ngapain, laptop udah mati juga. Eh akhirnya saya berubah pikiran, sudahlah lawan rasa malas, lawan rasa takut, innallaha ma ana.
Beruntungnya ternyata ada lampu darurat, saya pikir akan benar-benar gelap, hihihi saya sudah parno sendiri awalnya. Alhamdulillah setelah berani melawan rasa malas dan takut, urusan saya beres. Alhamdulillah juga saya sudah berani menghadapi kedua tantangan tersebut, kalau nggak ya besok saya kocar-kacir kebingungan manage waktunya hihihi.
#level2
#KuliahBunSayIIP
#Melatihkemandirian
Langganan:
Postingan (Atom)

