Kamis, 16 Februari 2017

Lika-Liku Tantangan 10 hari Komunikasi Produktif

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah
Mungkin kalimat tersebut yang bisa saya katakan untuk mengungkapkan rasa yang saya rasakan setelah menyelesaikan tantangan ini. Tantangan ini menurut saya gampang-gampang susah, gampangnya adalah sebenarnya dapat dilakukan sehari-hari dengan obrolan ringan dan santai, susahnya bagi saya adalah konsisten untuk menulis dan melaporkan setiap hari.
Kebetulan saya pulang kampung ke rumah orangtua, mertua, dan juga mengunjungi kampung dari suami, sehingga tidak setiap hari memiliki kesempatan untuk menuliskan tantangan-tantangan yang sudah saya lakukan. Saya juga tidak terlalu nyaman untuk menuliskannya di media sosial, walaupun ada beberapa yang saya posting di instagram. Bisa dibilang saya berada dalam tahap heteronomi karena belum terlalu konsisten dan masih ada jeda dalam penulisan dari tantangan komunikasi produktif ini.

Dalam prosesnya, saya menyadari kadang komunikasi saya dipengaruhi oleh emosi yang saat itu saya rasakan. Namun, setelah mendapatkan materi dan review insyaallah saya akan mencoba lebih baik. Belajar berbicara, belajar berkomunikasi, dan tidak hanya bertelepati dan menebak-nebak isi pikiran orang lain. Dukungan suami yang saya dapatkan juga insyaallah menjadi pendorong untuk diri saya untuk berlaku konsisten dalam suatu hal.

Jumat, 10 Februari 2017

I'm lucky to have u

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah
Bersyukurnya saya hari ini adalah saya didampingi oleh suami yang hebat. Ia mampu mendengarkan cerita saya yang panjang lebar, kadang loncat-loncat, nggak jelas, dan sebagainya. Seperti hari ini, ia mau mengobrol di telpon hanya untuk menemani saya yang bosan sendirian di kosan.
Sepertinya ini yang namanya jagung bakar es krim
"Lagi apa yah? nonton pa*i ya?"
"iya"
"bahasan hari ini tentang apa"
"jagung yang warnanya ungu, trus ada juga jagung bakar yang diolesi es krim"
"wah aneh juga ya, itu jagung bakarnya dikasi bumbu gitu ga ya?"
"nggak tau juga sih"
"es krimnya rasa apa?"
"vanila deh itu kayaknya"
"hmm kayak apa ya rasanya ya, trus itu apa nggak meleleh ya es krimnya?"
"nah itu, masa iya jagung bakarnya dimasukin kulkas trus dikasi es krim"
"hmm, apa kayak es krim goreng gitu yaa jatuhnya"
hehehe percakapan di atas contoh obrolan kami yang ringan dan santai hari ini. Dengan suami saya, saya bisa bercerita, wawasan saya bertambah, dan juga berdiskusi santai untuk membunuh kerinduan kami.  So, i'm lucky to have my husband :)

#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Kamis, 09 Februari 2017

Pentingnya Menghargai Perbedaan

Perbedaan ada di sekitar kita, walaupun kembar tiap individu memiliki keunikannya sendiri. Konsep ini sebenarnya penting untuk kita pahami dan mengerti sehingga ketika menemukan perbedaan dengan orang lain, hal tersebut tidak menjadi penghalang atau tembok pemisah, termasuk perbedaan dalam komunikasi. Frame of reference (FOR) dan frame of experience (FOE) tentunya berbeda sehingga ini akan mempengaruhi setiap orang dalam berkomunikasi. 
Ketika kita paham adanya perbedaan, maka kita tidak baper, tidak bertanya-tanya kenapa orang ini ngomongnya bagi kita teriak, namun bagi mereka merupakan logat dan itu hal biasa. Tidak baper ketika bagi mereka obrolan tersebut hanyalah candaan namun bagi kita suatu hal yang serius. Perbedaan menjadikan komunikasi bervariasi dan membuat kita tumbuh untuk dapat berkomunikasi dengan berbagai macam orang.
Jadi hari ini saya belajar memahami FOR dan FOE teman baru saya, Dengan mengobrol dan mendalami karakter seorang teman, kita bisa mengetahui perbedaan diri kita dengan orang tersebut. Perbedaan tersebutlah yang nantinya saya akan saya jadikan ilmu dan pengalaman dalam berkomunikasi dengan berbagai macam orang yang nantinya saya temui. :) 

#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 08 Februari 2017

Berkomunikasi yang Berkualitas

Bagi saya komunikasi berkualitas itu ketika dua orang saling bertukar pikiran, berdiskusi dan ketika selesai berkomunikasi ada kesan setelahnya. Kalau untuk wanita ada kelegaan setelah mengobrol dengan seseorang. Artinya di sini ada timbal balik, tidak hanya berbicara namun juga ada sesi mendengarkan juga. 
Siang ini saya seperti biasa mengobrol dengan suami saya via telpon. Waktunya lebih lama dari hari kemarin, bahasannya juga menjadi lebih banyak. Tetapi saya merasa ada yang kurang, mungkin karena topik kami belum berubah atau gangguan sinyal yang hilang timbul. Di sini saya menyadari bahwa topik bahasan dalam mengobrol juga menentukan berkualitasnya komunikasi. Apabila berturut-turut membahas topik yang sama maka akan terasa monoton. Saya menemukan trik bahwa apabila topik sebelumnya memang belum selesai dibahas dan itu merupakan hal penting namun tidak terburu-buru, maka perlu jeda waktu untuk membahasnya sehingga satu sama lain lebih merasa nyaman dalam berkomunikasi.  :)

#hari8
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Senin, 06 Februari 2017

Perlunya Mengontrol Emosi dalam Berkomunikasi

Hari ini saya mencoba membuka obrolan dengan suami. Tema yang kami bicarakan mayoritas masih seputar rencana perjalanan kami bulan ini yang sebelumnya belum mencapai kesepakatan. Suami saya membuka dengan pertanyaan kejadian yang saya alami hari ini. Kejadiannya tidak terlalu menyenangkan sehingga saya hanya membahasnya sedikit dan memintanya untuk tidak melanjutkan membahasnya lagi, karena saya pikir saya telah membiarkan itu berlalu dan tidak ingin mengungkitnya.
Mungkin akibat hari yang tidak terlalu menyenangkan dan bahasan kami yang memang belum mencapai kata mufakat, saya sempat sedikit emosi walaupun hanya sepersekian detik hahhaa. Ilmu komunikasi produktif yang saya dapatkan rasanya tiba-tiba hilang dan saya merasa sedikit gagal. Setelah itu, saya berpikir bahwa ilmu komunikasi yang telah kita coba terapkan selaras dengan pentingnya ilmu dalam mengontrol emosi. Emosi selalu hadir tanpa kita sadari, namun emosi masih dapat kita kendalikan. Pilihannya adalah dikontrol emosi atau mengontrol emosi :)

#hari6
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip

Minggu, 05 Februari 2017

Ketika Kami Berbicara

Minggu, 05 Februari 2017

Karena adanya jarak di antara kami walaupun sudah berstatus yang halal, telepon merupakan hal penting bagi kami. Insyaallah selalu ada komunikasi dan cerita yang kami bagikan setiap harinya. Seperti hari ini, saya menghubungi suami setelah pulang dari kajian Parenting yang saya hadiri. Sebelum saya bercerita, saya bertanya apakah saya bisa bercerita dan membagikan pengetahuan yang saya dapatkan. Hal ini untuk memastikan apakah suami saya siap untuk menyimak dengan baik dan dapat mendengarkan serta memahami informasi yang akan saya bagikan. Ketika ia sudah mengatakan iya, baru saya memulainya.
Komunikasi kami hari ini berisi mengenai pengetahuan mendidik anak, kemudian kami sempat membahas rencana perjalanan kami. Ketika kami sudah sama-sama siap untuk berkomunikasi, pembicaraan yang kami lakukan cukup simpel namun dapat menimbulkan interaksi yang lebih dalam di antara kami. Seperti ilmu yang hari ini saya dapatkan yaitu keteladanan, keteladanan kami untuk berkomunikasi yang produktif insyaallah akan dapat membantu kami dalam mendidik anak-anak kami nantinya. :)



#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip  

Jumat, 03 Februari 2017

Cerita tante Ina dengan Mas Zaky

Seminggu di Bali tante Ina alhamdulillah bisa sering bareng mas zaky. Mas Zaky lengket kayak perangko, nah di situ lah tante Ina memanfaatkan momen untuk menggunakan ilmu kuliah bunda sayang tante Ina ke mas Zaky,  Contohnya kemarin waktu mas Zaky diajak ke Banyuwangi, tante Ina memberi dua pilihan :

  1. Zaky mau ikut ke Banyuwangi bareng om Gemet dan tante Ina, bisa jalan-jalan dan ada teman baru yaitu saudaranya om Gemet, tetapi nginep dan umi nggak ikut.
  2. Zaki tidak ikut ke Banyuwangi jadi bisa di rumah sama umi, tetapi nggak sama tante Ina dan om Gemet.
Dari pilihan itu, mas Zaki memilih untuk tetap sama uminya walaupun berulang-ulang ditanya (Sebelum diberi pilihan, Zaki bilang mau ikut ke Banyuwangi). Tante Ina sering kali memberikan pilihan ke mas Zaky supaya mas Zaky belajar mengambil keputusan dan menerapkan demokrasi di antara kami hahaha.\
Sekarang mas Zaky juga sudah malu-malu dan bisa cebok sendiri lho, jadi waktu ke kamar mandi kalau buka celana di luar kamar mandi dan ada orang lain dia sudah bilang malu hihihi lucu ya. Waktu dia ke rumah utinya dan nggak mau ditunggu waktu bak, setelah selesai dia bilang gini "sudah cebok dan sudah zaky siram yang banyak" alhasil tante Ina langsung bisa menerapkan ilmu lagi. "Wah mas zaky pinter, sudah cebok dan siram yang banyak habis pipis." Mata zaky langsung berbinar lho mom. Jadi ketika kita memuji anak, sertakan alasannya sehingga anak tahu apa yang dilakukan itu sesuatu yang baik.
Seminggu bersama mas Zaky memang menyenangkan, semoga bisa diberikan rezeki untuk bisa main-main lagi sebelum dia tumbuh besar dan malu untuk nempel dengan tantenya :)

#hari4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip